Thermal resistivity tanah adalah parameter penting untuk memastikan kabel listrik, kabel telekomunikasi, dan pipa bawah tanah dapat membuang panas dengan aman. Banyak kasus kabel bawah tanah cepat panas, kapasitas menurun, atau bahkan terjadi gangguan sistem bukan hanya karena beban, tetapi juga karena tanah di sekitarnya kurang baik dalam menghantarkan panas.

Gambar 1. Ilustrasi aliran panas dari kabel/pipa ke tanah
Secara sederhana, thermal resistivity tanah adalah ukuran seberapa besar hambatan tanah terhadap aliran panas. Semakin besar hambatannya, semakin sulit panas berpindah dari kabel/pipa ke lingkungan sekitar. Akibatnya, temperatur bisa naik dan memicu penurunan performa.
Pada instalasi kabel tegangan menengah/tinggi, panas adalah “musuh utama”. Jika tanah di sekitar kabel terlalu resistif, suhu kabel dapat naik dan berdampak pada:
Nilai thermal resistivity tanah bukan angka yang selalu sama—bisa berbeda antar lokasi dan berubah antar musim. Faktor yang paling memengaruhi antara lain:
Hasil akhir umumnya mencakup:
Thermal resistivity tanah adalah parameter penting yang menentukan seberapa aman sistem kabel dan pipa bawah tanah membuang panas. Nilai ini dipengaruhi oleh banyak faktor terutama kadar air, jenis tanah, kepadatan, dan material backfill. Karena itu, melakukan survey/uji thermal resistivity sejak tahap perencanaan bisa membantu mencegah overheating, mengurangi risiko kegagalan, dan membuat desain utilitas lebih efisien.
Hubungi kami untuk mendapatkan layanan jasa thermal resisitivity profesional:
PT Abhinaya Mappindo Bumitala Email: cs@abhinaya-mb.com
Telepon: 021-38711109
Website: abhinaya-mb.com
Head Office:
Grand Galaxy City Ruko Sentral Komersial Blok 5 No. 82
Jl. Boulevard Raya, Kota Bekasi 17147, Indonesia
Workshop Office:
Ruko Villa Pekayon Blok B3 No. 47
Jl. Kopral Bosan, Kota Bekasi 17148, Indonesia