Survey Ground Penetrating Radar (GPR) adalah metode geofisika yang menggunakan sinyal gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi objek di bawah permukaan tanah. Metode ini sering digunakan untuk mengecek dan mendeteksi utilitas bawah tanah seperti kabel dan pipa. Pada proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Paket 2 dan 3, survey GPR ini sangat penting dalam membantu optimalisasi pembangunan jaringan pipa dan stasiun pompa.
GPR bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik ke dalam bumi. Gelombang ini kemudian dipantulkan oleh objek di dalam tanah dan diterima kembali oleh antena penerima. Komponen utama dari alat GPR meliputi pengirim (transmitter) dan penerima (receiver). Transmitter menghubungkan antara antena dengan sumber pulsa, sedangkan receiver menghubungkan antara antena dengan unit pengolahan data.
Metode GPR memiliki beberapa kelebihan, seperti kemampuan mendeteksi objek non-metalik, kemampuan memberikan data secara real-time, serta mampu memetakan area yang luas dalam waktu singkat. Metode ini sangat berguna dalam proyek konstruksi yang memerlukan informasi detail mengenai utilitas bawah tanah.
Proyek JSDP digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rumah (PUPR) dengan tujuan meningkatkan kualitas lingkungan melalui pelayanan air limbah domestik yang berkualitas di DKI Jakarta. Proyek ini melibatkan pembangunan jaringan pipa dan stasiun pompa untuk mengolah air limbah.
Survey GPR dilakukan oleh PT Abhinaya Prima Enjinering di berbagai lokasi di Jakarta, meliputi Jakarta Pusat untuk Paket 2 dan Jakarta Pusat, Jakarta Barat, serta Jakarta Selatan untuk Paket 3. Survey ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi proyek yang dikerjakan oleh WIKA bersama Kumagai Gumi Co., LTD., dan Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. dalam pembangunan jaringan pipa melalui metode pipe jacking dan open cut.

Survey GPR dilakukan pada malam hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Selain GPR, pengukuran RTK (Real-Time Kinematic) juga dilakukan untuk menentukan titik koordinat utilitas, serta Pipe And Cable Locator untuk mendeteksi pipa gas dan kabel listrik.
Pengukuran GPR di lapangan dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2023, berlangsung selama kurang lebih 22 hari dengan panjang lintasan 40 km. Data yang diperoleh kemudian dianalisis oleh tim studio untuk menghasilkan penampang radargram.
Hasil analisa data GPR menunjukkan penampang radargram yang mengidentifikasi keberadaan serta posisi pipa, kabel, dan utilitas lainnya di dalam tanah. Data ini kemudian digunakan untuk membuat drawing utilitas dalam bentuk AutoCAD, yang memudahkan klien engineer dalam mengetahui posisi pasti dari utilitas yang terdeteksi.
Hasil survey GPR sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko kerusakan utilitas yang tidak terdeteksi, mempercepat proses konstruksi, dan memastikan keamanan pekerja di lapangan. Informasi detail mengenai utilitas bawah tanah membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek konstruksi dengan lebih efisien.
Survey GPR memainkan peran penting dalam proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Paket 2 dan 3. Metode ini membantu mendeteksi dan memetakan utilitas bawah tanah, yang sangat penting untuk optimalisasi pembangunan jaringan pipa dan stasiun pompa. Dengan menggunakan GPR, proyek JSDP dapat dilaksanakan dengan lebih aman dan efisien, sehingga meningkatkan kualitas lingkungan di DKI Jakarta.
Jika Anda tertarik mengetahui lebih lanjut atau ingin melakukan survey GPR untuk proyek Anda, silakan hubungi:
Head Office
Grand Galaxy City Ruko Sentral Komersial Blok 5 No. 82
Jl. Boulevard Raya, Kota Bekasi 17147, Indonesia
Workshop Office
Ruko Villa Pekayon Blok B3 No. 47
Jl. Kopral Bosan, Kota Bekasi 17148, Indonesia
Telepon: 021-38711109
WhatsApp: 081808536626, 082126991315
Email: cs@abhinaya-mb.com
Website: abhinaya-mb.com